IMPLEMENTASI BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH
IMPLEMENTASI BUDAYA
POSITIF
DI TK PGRI AL IKHLAS PESANTREN, KEC. WANAYASA
KABUPATEN BANJARNEGARA
Oleh : Dian Puspitasari, S.Pd.
Calon Guru Penggerak Angkatan 5, Kabupaten Banjarnegara
Budaya positif di sekolah merupakan suatu pembiasaan yang bernilai positif yang di
dalamnya mengandung sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter Murid.
Budaya positif perlu dibangun sejak dini sebagai upaya pembentukan karakter. Di
jenjang Taman kanak-kanak, murid tengah berada pada usia usia golden age/ usia emas dimana mereka
memiliki kemampuan menyerap informasi yang sangat baik, sehingga guru perlu memberikan stimulus
optimal untuk mendukung daya kembang mereka. Untuk
mewujudkan budaya positif harus dilakukan sejak dini mengingat dalam prosesnya
membutuhkan waktu yang lama dan konsisten dari setiap stakeholder yang ada.
Sebagai calon guru penggerak, tentu memiliki peran yang besar dalam mewujudkan
disiplin positif, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah. Di lingkungan
sekolah, guru dapat menerapkan budaya positif seperti bekerja sama dengan rekan
sejawat, berinteraksi secara akrab dengan peserta didik, menerapkan sikap
disiplin dan bertanggung jawab serta menjadi teladan bagi peserta didik.
Sedangkan di lingkungan kelas, salah satu langkah yang guru dapat lakukan
adalah membangun budaya positif melalui komunikasi serta adanya keyakinan yang
diyakini baik dan positif.
Di jenjang TK, budaya positif ditanamkan melalui
contoh konkret/ teladan guru, memberikan intruksi berulang dan menggunakan
bahasa sederhana. Hal tersebut dilakukan dengan mementingkan karakter anak Usia
Dini.
Pembentukan keyakinan kelas memiliki dampak yang besar terhadap
keberhasilan pembelajaran. Apabila guru dan murid membuat keyakinan kelas dan
dilaksanakan dengan penuh kesadaran, maka akan berpengaruh pada perubahan
tingkah laku peserta didik. Perubahan tingkah laku ini
juga akan berujung pada terbentuknya budaya positif di kelas. Untuk itu,
keyakinan yang baik tidak hanya digunakan dalam pembelajaran saja, namun perlu
juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, untuk membangun
budaya positif di sekolah langkah yang dapat ditempuh adalah memulainya dengan
membangun budaya positif di kelas melalui komunikasi efektif.
B. Deskripsi Aksi Nyata
- Tujuan
- Meningkatkan
komunikasi guru dengan teman sejawat dan guru lain di luar sekolah
- Memotivasi
murid untuk memiliki keyakinan yang baik
- Murid
memiliki semangat kolaborasi serta tanggung jawab
- Meningkatkan
komunikasi guru dengan murid
- Mewujudkan
budaya positif sekolah.
2. Tolak Ukur
- Murid
mampu memberikan umpan balik dalam kegiatan di kelas
- Murid
terampil menyampaikan ide atau pendapat menggunakan bahasa yang jelas,
tepat dan sesuai etika serta budaya.
- Murid
memiliki semangat kerja sama, aktif , serta ceria.
- Meningkatnya
interaksi antara guru dan murid ke arah yang positif.
- Murid
mampu menunjukkan karakter positif di lingkungan sekolah dan rumah
- Tumbuhnya
motivasi intrinsik yaitu motivasi yang muncul dari dalam diri murid.
Implementasi Budaya
Positif:
1. Mengadakan kegiatan
Diseminasi Budaya positif dengan sasaran rekan sejawat, kepala sekolah dan
Guru-guru TK kecamatan Wanayasa. Peserta berjumlah 37 orang.

2. Menanamkan Budaya 5 S(
Senyum, sapa, salam, sopan, santun)

3.
Membiasakan kegiatan keagamaan di
sekolah

4. Membiasakan buang
sampah pada tempatnya

5. Membiasakan saling
menyayangi teman
6. Membiasakan kemandirian


7. Membiasakan peduli
lingkungan

8. Membiasakan bertanggungjawab
setelah menyelesaikan kegiatan
9. Membiasakan antre

10. Membiasakan menjaga
kebersihan


Sekian dan terimakasih...
Komentar
Posting Komentar