Postingan

IMPLEMENTASI BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH

Gambar
  IMPLEMENTASI BUDAYA POSITIF DI TK PGRI AL IKHLAS PESANTREN, KEC. WANAYASA KABUPATEN BANJARNEGARA Oleh : Dian Puspitasari, S.Pd. Calon Guru Penggerak Angkatan 5, Kabupaten Banjarnegara     Budaya positif di sekolah merupakan   suatu pembiasaan yang bernilai positif yang di dalamnya mengandung sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter Murid. Budaya positif perlu dibangun sejak dini sebagai upaya pembentukan karakter. Di jenjang Taman kanak-kanak, murid tengah berada pada usia usia golden age / usia emas dimana mereka memiliki kemampuan menyerap informasi yang sangat baik,   sehingga guru perlu memberikan stimulus optimal untuk mendukung daya kembang mereka.     Untuk mewujudkan budaya positif harus dilakukan sejak dini mengingat dalam prosesnya membutuhkan waktu yang lama dan konsisten dari setiap stakeholder yang ada. Sebagai calon guru penggerak, tentu memiliki peran yang besar dalam mewujudkan disiplin positif, baik di dalam ke...

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

Koneksi Antar Materi Modul 1.4.a.8 BUDAYA POSITIF     Setelah saya mempelajari budaya positif di modul 1.4, saya menyimpulkan bahwa Untuk mewujudkan sebuah sekolah yang menyenangkan dan mendidik bagi murid, maka harus melalui peneraan budaya positif.                    Budaya positif merupakan nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan yang terbentuk dalam jangka waktu yang lama, terlihat dari sikap keseharian seluruh elemen sekolah yang berpihak pada murid sehingga mereka dapat berkembang.   Di sekolah, Budaya positif perlu dikembangkan melalui pembiasaan pembiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pengembangan budaya positif di sekolah dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Budaya positif yang dikembangkan akan mampu mewujudkan profil pelajar Pancasila pada diri anak. Peran pendidik adalah sebagai penuntun untuk menciptakan kondisi pembelajaran dan lingkungan sekolah yang berpihak pada murid, membahagiakan dan menggembiraka...

Koneksi Antar materi modul 1.2

 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 a9 Setelah saya mengikuti  pembelajaran dari modul 1.1 hingga modul 1.2 pada kegiatan Guru Penggerak, hal yang dapat menjadi pelajaran bagi saya antara lain ( model Refleksi 4P) 1. Peristiwa Pada pembelajaran modul 1.1. dan modul 1.2, momen yang paling penting ,menantang, dan mencerahkan bagi saya adalah ketika saya pelan pelan memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan. Pada saat itu, saya menyadari bahwa saya masih memiliki banyak kekurangan dalam mendidik anak-anak.  Saya merasa banyak kesalahan , paradigma yang perlu diluruskan . Saya harus lebih Menghamba kepada anak dan menghormati mereka, serta menuntun mereka dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman. Setelah saya pahami, ternyata pendidikan yang sesungguhnya dan tepat diterapkan ada pada filosofi Ki Hajar Dewantara, tokoh pribumi yang menuangkan pikiran dengan tetap menjunjung tinggi budaya luhur Indonesia. Sebelumnya saya mengira, teori teori dari tokoh tok...

Jurnal Refleksi 1

 Jurnal Refleksi  Dwi Mingguan Modul 1.1 Dian Puspitasari, S.Pd. Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Banjarnegara Model 4 F (Fact, Feelling, Finding, Future) 1. Fact  Kegiatan guru penggerak angkatan 5 baru pertama kali disosialisasikan di Kabupaten Banjarnegara.  Pada minggu pertama , diadakan Lokakarya Orientasi pada tanggal 21 Mei 2022. Kegiatan tersebut diselenggarakan di SMKN 1 Bawang. Kegiatan Loka Orientasi mengundang beragai pihak antara lain: Calon Pendamping Praktik (CPP) , Calon Guru Penggerak ( CGP), kepsek yang mendampingi CGP dan pengawas sekolah. Kegiatan tersebut diisi oleh pihak LMS yang memberi gambaran tentang seperti apa kegiatan Guru Penggerak selama 6 bulan kedepan.